Dampak Kemarau, Dompet Dhuafa Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Tangkapan layar video Facebook yang menampilkan ulat bulu yang dinarasikan berasal dari Amerika dan beracun hingga bisa membunuh anak-anak.
Harianjogja.com, JOGJA—Foto dan video ulat bulu yang diklaim beracun dan berasal dari Amerika ramai beredar di media sosial.
Di media sosial Facebook, salah seorang pemilik akun membagikan video yang menampilkan beberapa ulat berwarna hijau dan putih yang berukuran cukup besar dan menempel di daun. Tubuh ulat itu tampak didominasi bulunya yang panjang dan lebat.
BACA JUGA: Pembangunan Tol Jogja-Bawen Dilanjutkan 6 Seksi, Ini Rincian Jalurnya
Dalam video itu, disebutkan bahwa ulat bulu itu berasal dari Amerika dan sudah membunuh 16 anak.
Pengunggah video tersebut memberi narasi terkait video tersebut:
“Himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia kalo melihat hewan ini tolong hindari, apa lg anak2, ini ulat dari Amerika dan nampaknya ulat ini sudah membunuh anak 16 jiwa, awalnya di kira anak burung jatuh, setelah dipegang anak itu kejang2 dan tak lama meninggal, racunnya melebihi bisa ular.”
Konten yang diunggah pada Jumat (23/2/2024) itu telah mendapat tanggapan 139 suka, 76 komentar, hingga 103 akun turut membagikan unggahan itu. Rupanya, konten itu bukan yang baru saja beredar karena ditemukan konten serupa pada dua hari sebelumnya di Facebook dan X (dulu Twitter).
Penelusuran
Tim cek fakta Harianjogja.com melakukan penelusuran terhadap kebenaran video tersebut. Hasilnya, ditemukan konten artikel di kast.com berjudul “Look, but don’t touch! This caterpillar is one of the most venomous in the U.S., and it lives in Texas” yang dimuat pada 10 Oktober 2022.
Ulat bulu itu disebut juga puss caterpillar (ulat kucing) atau ulat asp. Meski bentuknya menggemaskan, namun ulat ini memiliki bulu-bulu yang beracun jika bersentuhan dengan kulit hingga menimbulkan reaksi yang sangat tidak menyenangkan.
Racunnya dapat menyebabkan rasa terbakar dan ruam yang menyakitkan, rasa nyeri berdenyut hebat yang timbul segera atau dalam lima menit pertama setelah menyentuhnya, atau Anda mungkin juga mengalami sakit kepala, mual, muntah, syok, atau sesak napas.
BACA JUGA: Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta
Dilansir dari NPR.org, ulat asp dapat tumbuh hingga sekitar 1 inci. Ulat tersebut memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuhnya.
Ulat ini sangat umum ditemukan di Florida, Amerika Serikat. Kendati demikian, jumlahnya paling banyak di Dallas dan bagian selatan Texas.
Seorang penduduk di Richmond, Virginia mengatakan kepada CNN bahwa rasa sakit saat menyentuh salah satu ulat ini terasa seperti “pisau panas terik”.
Di Texas, ulat ini paling sering ditemukan pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Penduduk setempat dapat menemukannya di pepohonan rindang dan semak belukar di sekitar rumah, sekolah, taman, dan area luar ruangan lainnya.
Saran terbaiknya, jika Anda melihatnya, hindari. Namun, jika Anda tersengat, gunakan kompres es dan dapatkan bantuan medis jika gejala Anda memburuk.
Kesimpulan
Video dengan narasi bahwa ulat bulu yang berasal dari Amerika Serikat itu sudah membunuh 16 anak adalah tidak benar.
Referensi:
https://www.npr.org/2022/09/07/1121344400/puss-caterpillar-venomous-barbs-sting-hairy-texas-florida
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C
Gerhana Matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Simak cara aman menyaksikan fenomena langka ini, mulai dari penggunaan kacamata gerhana hingga siaran
Morgan Freeman mengaku bayaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih proyek film. Aktor peraih Oscar itu menyampaikan pandangannya menjelang penay
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Presiden AFA Claudio Tapia menyerahkan keputusan masa depan Lionel Messi sepenuhnya kepada sang pemain setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Argen