CEK FAKTA: Beredar Video Pasukan Pengamanan Haji, Ternyata Tahun 2017

Tangkapan layar video unggahan Zaydill yang menyebut parade militer pengamanan haji tahun ini. - Ist/turnbackhoax.id
30 Juli 2020 17:17 WIB Nina Atmasari Cek Fakta Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Arab Saudi mengadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan jumlah terbatas, yaitu jamaah dari berbagai macam negara yang berada di dalam negeri.

Pelaksanaan ibadah haji tersebut dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah menjaga jarak. Keputusan itu diambil sehubungan dengan meningkatnya kasus COVID-19 di seluruh dunia, kurangnya vaksin dan kesulitan menjaga jarak sosial di antara sejumlah besar pengunjung Masjidil Haram yang datang dari luar negeri.

Baca juga: Terlibat Penipuan Jual Beli Beras, Ibu Rumah Tangga di Patuk Ditangkap Polisi

Namun, sebuah unggahan terkait pelaksanaan ibadah haji 2020 beredar di media sosial. Akun Facebook atas nama Zaydill membagikan video parade militer. Dalam narasi diklaim bahwa video tersebut merupakan video pasukan keamanan Arab Saudi untuk pengamanan haji tahun ini.

“Parade pasukan keamanan Arab Saudi untuk pengamanan Haji tahun ini," tulisnya.

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran turnbackhoax.id, video tersebut bukan memperlihatkan parade militer pengamanan haji tahun ini. Video tersebut merupakan parade militer pengamanan haji tahun 2017.

Baca juga: Tabrak Pohon, Warga Kulonprogo Tewas

Hal itu diketahui dari kanal Ruslan Trad di Youtube.com. Pada tanggal 10 September 2017, kanal tersebut mengunggah video yang sama dengan narasi berikut: “A military parade of security forces that will ensure safety during the hajj pilgrimage, is held in Mecca in the presence of the Saudi crown prince Mohammed bin Salman. (23.08.2017).”

Berdasarkan narasi tersebut, diketahui bahwa video itu merupakan parade militer Arab Saudi di Mekkah untuk pengamanan haji tanggal 23 Agustus 2017.

Atas penjelasan tersebut, maka klaim pada postingan akun Zaydill tidak benar. Sebab, video itu merupakan video parade militer pengamanan ibadah haji tahun 2017, bukan tahun ini. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah.