Guru di Magelang Didorong Adaptif Hadapi Generasi Digital, Ini Tantangannya
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Tangkapan layar hoaks tentang ayah Jokowi. /Ist-turnbackhoax.id
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah informasi tentang keluarga Presiden Joko Widodo beredar di media sosial Facebook.
Akun facebook bernama Ko Hong Guan mengunggah sebuah foto dengan narasi yang mengklaim bahwa orang dalam foto tersebut merupakan sosok Widjiatno, ayah dari Presiden Jokowi. Dalam foto juga terdapat keterangan “Underbow Pki 1965”.
Baca juga: Pascapandemi, Begini Masa Depan Profesi Komunikasi
“Akhirnya Bocor juga
A.1
Bpk-nya Jokowi yg asli.
Mirip Banget..!!!
Klw Cebong Ngebantah, Gua Gampar muka jelek-nya satu-satu.!!!”

Penjelasan
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut adalah salah. Faktanya, pria dalam foto tersebut bukanlah Wdjiatno, ayah jokowi. Pria tersebut adalah jendral Wang Zhen yang merupakan figur politik Tiongkok dan salah satu dari Delapan Tetua Partai Komunis Tiongkok.
Wang Zhen lahir di Kabupaten Liuyang, Hunan, Tiongkok, 11 April 1908 – meninggal di Guangzhou, 12 Maret 1993 pada umur 84 tahun. Ia adalah orang dekat Presiden Tiongkok berkuasa Li Xiannian pada masa jabatan tahun 1982 hingga 1985.
Baca juga: Ingin Bentuk Tubuh Ideal? Cobalah Sarapan dengan 4 Jenis Makanan Ini
Selain itu terdapat juga manipulasi dengan menambahkan logo palu arit di kerah baju pada foto yang diunggah akun Ko Hong Guan.
Sementara itu, dilansir dari detik.com, Wijiatno Notomiharjo yang merupakan Ayah Presiden Jokowi wafat pada tahun 2000 karena menderita penyakit hernia. Tidak ditemukan catatan bahwa dirinya pernah bergabung di militer atau Partai Komunis Indonesia (PKI). latar belakang Wijiatno adalah seorang pengusaha kayu.
Saat tragedi 1965, tetangga-tetangga Notomiharjo di kampung sebelah, Kampung Cinderejo, diciduk tentara karena terkait dengan PKI. Namun, keluarga Notomiharjo tidak ikut diciduk karena tidak ada bukti keterlibatan dengan PKI maupun organisasi sayapnya.
Sujiatmi juga mengenang ketika kampungnya diobrak-abrik tentara. Hati Sujiatmi ciut melihat banyak tetangganya dibawa tentara. Keluarganya sendiri tidak ikut diciduk karena tak ada bukti keterlibatan dengan PKI maupun organisasi sayapnya.
“Tetangga sebelah kiri rumah saya dibawa ke Nusakambangan,” tulis kesaksian Sujiatmi dalam buku (Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi, Kisah Perempuan Pengajar Kesederhanaan) karya Kristin Salmah dan Fransisca Ria Susanti.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Pemerintah menyiapkan diskon Nataru untuk mengompensasi tekanan inflasi pangan dan transportasi, termasuk tarif angkutan udara.
Bank Jateng meraih empat penghargaan Indonesia CSR Brilliance Award 2026, tiga di antaranya berpredikat Platinum, atas komitmen dalam keberlanjutan lingkungan,
Satpol PP Bantul bersama Bea Cukai dan Kejari menemukan 4.972 batang rokok tanpa pita cukai di Pandak dan Bambanglipuro.
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.