Lima Aksi Gerindra Sleman di Tlogo Putri, dari Tanam Pohon hingga Bagi Sembako
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA– Pro dan kontra penyebaran nyamuk Wolbachia untuk penanganan demam berdarah dengue (DBD) terus terjadi di masyarakat. Salah satu yang dikhawatirkan kabar nyamuk ini membawa virus LGBT.
Salah satunya, sebuah unggahan di Facebook yang menyatakan bahwa nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia diklaim membawa virus yang membentuk genetik lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau biasa disebut LGBT.
BACA JUGA: Tegaskan Wolbachia di Jogja Terbukti Ampuh Tangkal DBD, Dinkes: 2023 Hanya 85 Kasus DBD
Selain itu, dalam unggahan tersebut dijelaskan juga Wolbachia berasal dari lalat drosophila, yang akan membuat kerusakan genetik laki-laki menjadi feminim.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Penyebaran nyamuk wolbachia adalah misi bill gates sebagai bapak LGBT sedunia,utk membentuk genetik LGBT melalui nyamuk tsb,yg mana Wolbachia berasal dari lalat drosophila,manusia akan jd vektor mekanik penyebar kerusakan genetik laki2 feminim.
Mereka itu antek dajjal, kalau mereka bilang baik, padahal itu adalah buruk. Jngan mau di bodohi dengan mereka...emang mereka pikir siapa mereka.”
Benarkah nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia membawa virus yang membentuk genetik LGBT?

Unggahan video hoaks yang menarasikan nyamuk wolbachia membawa virus LGBT. Faktanya, narasi video tidak sesuai dengan judul. (Facebook)
Dalam potongan video berdurasi dua menit tersebut, mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah, tidak ada narasi dengan klaim nyamuk aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia diklaim membawa virus yang membentuk genetic LGBT.
Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad tergabung mengatakan, wolbachia merupakan bakteri alami yang hidup sebagai simbion atau menumpang pada tubuh organisme lain. Hal ini serupa pada tubuh manusia yang juga terdapat bakteri tetapi tidak menyebabkan penyakit apapun. Pun demikian dengan wolbachia yang hidup di tubuh serangga.
"Bakteri itu diambil dari lalat buah dan hanya bisa hidup dalam sel tubuh serangga, kalau keluar dari situ dia akan mati. Jadi wolbachia tidak akan memberikan dampak apapun terhadap inangnya apalagi manusia, karena dia tidak bisa hidup di luar sel tubuh serangga," katanya, Kamis (16/11/2023) dikutip dari Harianjogja.com.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, ketika bakteri wolbachia diambil dari lalat buah dengan teknik microinjection yakni menyuntikkan wolbachia ke dalam telur nyamuk Aedes Aegypti ternyata bakteri itu bisa memblokir replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk tersebut. Biasanya dalam siklus penularan, jika nyamuk Aedes Aegypti menggigit orang yang terinveksi dengeu maka dia akan mengambil virus dari dalam tubuh pasien tersebut.
"Dalam tubuh nyamuknya virus itu akan bereproduksi dan bereplikasi lebih banyak sehingga nanti dia akan efektif untuk menular ke orang lain, proses replikasi dalam tubuh nyamuk ini lah yang dihambat oleh bakteri wolbachia sehingga meskipun nyamuk itu menggigit orang yang terkena dengue karena virusnya tidak bisa mereplikasi menjadi banyak dia tidak mampu menularkan ke orang lain," ungkap dia.
Selain itu, Dinkes DKI Jakarta memastikan gigitan nyamuk aedes aegypti dengan kandungan bakteri wolbachia tidak berbahaya bagi manusia dan ramah lingkungan. Hasil penelitian juga memperlihatkan bakteri wolbachia ini juga aman bagi serangga lainnnya.
"Tidak ada efek berbahaya bagi manusia. Nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia ini aman untuk manusia dan ramah lingkungan," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, dilansir dari Antara.
Dengan demikian, klaim nyamuk Wolbachia membawa virus LGBT merupakan keliru.
Klaim: Nyamuk Wolbachia membawa virus LGBT
Rating: Hoaks
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
iPhone Duo belum memiliki jadwal penjualan resmi di Indonesia. Simak prediksi harga, spesifikasi layar lipat, kamera, baterai, dan konektivitasnya.
Gelombang demonstrasi di Eropa melibatkan pelajar, pekerja, dan masyarakat. Simak tuntutan aksi protes di enam negara.
Simak lima cara menghitung dana pensiun, mulai dari 10 kali gaji tahunan hingga aturan 25 kali pengeluaran, beserta faktor yang memengaruhinya.
Kemnaker menyediakan tiga layanan bantuan bagi perusahaan yang mengalami kendala pelaporan WLKP, mulai dari email pengaduan hingga panduan online.
Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Simak perbedaan kandungan protein, vitamin, lemak, dan kolesterol serta cara memasaknya.