Advertisement

Positif Covid Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Karena Virus, Benarkah?

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 18 April 2021 - 12:17 WIB
Sunartono
Positif Covid Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Karena Virus, Benarkah? Hoaks covid/19

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Beredar unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa COVID-19 bukan disebabkan virus, melainkan karena kekurangan vitamin C, vitamin B serta zinc.

Narasi tersebut juga melarang orang untuk melakukan uji swab PCR dan GeNose sebagai alat deteksi virus yang menipu dan tidak bisa memberikan hasil akurat.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Faktanya informasi ini tidak benar. Demikian dikutip dari laman resmi covid.go.id.

BACA JUGA : Ini Rekomendasi Vitamin dari Dokter untuk Pasien Covid-19

Melansir dari situs resmi WHO, COVID-19 disebabkan oleh virus corona varian baru bernama SARS-Cov-2. Kekurangan vitamin C, B dan Zinc berpengaruh pada tingkat kekebalan serta sistem metabolisme tubuh, namun tidak menjadikannya sebagai penyebab seseorang terpapar COVID-19.

Sedangkan untuk memastikan infeksi COVID-19 perlu dilakukan uji swab antigen atau PCR. Melansir dari WHO, hal ini perlu dilakukan untuk melacak apakah terdapat virus dalam tubuh seseorang, yang berpotensi untuk menular kepada orang-orang yang berada di sekitarnya.

BACA JUGA : Tertular Pasien Positif, 10 Nakes di Sleman Terinfeksi Corona

"Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting," tulis imbauan mereka.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Mengenal Legomoro, Kuliner Wajib saat Hajatan di Kotagede Jogja

Jogja
| Selasa, 06 Desember 2022, 02:27 WIB

Advertisement

alt

Karyawan Protes Digaji Rp1,7 Miliar Setahun, Tugasnya Cuma Makan Siang dan Baca Koran

Hiburan
| Senin, 05 Desember 2022, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement