Veda Ega Start Posisi 21 di Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Hoaks perempuan membawa bendera PKS bertuliskan 1 anak cukup 1 istri tidak cukup./turnbackhoax.id
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah foto yang menunjukkan sejumlah perempuan membawa bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan publik. Sebab, dalam bendera tersebut bertuliskan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup". Foto diunggah oleh akun Facebook Wawan Suwandi
Dilansir dari turnbackhoax.id, diketahui bahwa foto tersebut suntingan dari kegiatan kampanye PKS pada Desember 2018. Hal itu terlihat dari cuplikan foto yang ada dalam video di kanal Youtube Zaky Video berjudul “Flashmob & Freezemob PKS 8 Panjaru Kota Depok #AYOLEBIHBAIK #2019PILIHPKS” pada tanggal 26 Desember 2018.
Untuk video kegiatannya diunggah kemudian di kanal Youtube PKSTV pada 2019 dengan judul “Emak Emak Heboh Ikut Flash Mob PKS Rangkapan Jaya Baru.”
Pada foto aslinya tidak terdapat tulisan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup” dan hanya terdapat angka nomor peserta PKS di Pemilu 2019, yakni angka delapan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : turnbackhoax.id
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.