Empat Tersangka Kasus Pemalang Ditahan, Pegawai KPK Ikut Terseret
KPK menetapkan empat tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang, termasuk Bupati Pemalang dan staf administrasi KPK.
Hoaks perempuan membawa bendera PKS bertuliskan 1 anak cukup 1 istri tidak cukup./turnbackhoax.id
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah foto yang menunjukkan sejumlah perempuan membawa bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan publik. Sebab, dalam bendera tersebut bertuliskan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup". Foto diunggah oleh akun Facebook Wawan Suwandi
Dilansir dari turnbackhoax.id, diketahui bahwa foto tersebut suntingan dari kegiatan kampanye PKS pada Desember 2018. Hal itu terlihat dari cuplikan foto yang ada dalam video di kanal Youtube Zaky Video berjudul “Flashmob & Freezemob PKS 8 Panjaru Kota Depok #AYOLEBIHBAIK #2019PILIHPKS” pada tanggal 26 Desember 2018.
Untuk video kegiatannya diunggah kemudian di kanal Youtube PKSTV pada 2019 dengan judul “Emak Emak Heboh Ikut Flash Mob PKS Rangkapan Jaya Baru.”
Pada foto aslinya tidak terdapat tulisan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup” dan hanya terdapat angka nomor peserta PKS di Pemilu 2019, yakni angka delapan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : turnbackhoax.id
KPK menetapkan empat tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang, termasuk Bupati Pemalang dan staf administrasi KPK.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.