CEK FAKTA: Sistem PR Diciptakan oleh Pria Italia Bernama Roberto Nevilis?

Ilustrasi PR - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 September 2020 18:07 WIB Newswire Cek Fakta Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah akun Instagram @wowfakta mengunggah foto dengan narasi yang menjelaskan bahwa Roberto Nevilis, seorang pria asal Italia, menciptakan sistem pekerjaan rumah (PR) untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1905 untuk murid-muridnya di Venice, Italia. Unggahan pada 1 November 2018 itu telah disukai sebanyak lebih dari 70,000 kali.

Dilansir dari turnbackhoax.id, klaim akun Instagram @wowfakta mengenai Roberto Nevilis, penemu sistem PR untuk pertama kali di dunia salah. Mengutip dari Through Education, Roberto Nevilis adalah tokoh fiktif atau tidak ada keberadaannya. Sistem PR yang ada hingga saat ini dipelopori oleh Johann Gottlieb Fichte, seorang filsuf Jerman yang dikenal sebagai bapak pendiri nasionalisme Jerman.

Pada tahun 1814, Prusia (nama kerajaan Jerman pada saat itu) mengalami masalah dalam membangkitkan nasionalisme di warganya yang membuat Johann Gottlieb Fichte datang dengan konsep Volksschule dan Realschule. Volksschule adalah sistem pendidikan wajib sembilan tahun yang mirip dengan sekolah dasar dan menengah pertama, sedangkan Realschule adalah sistem sekolah menengah yang diperuntukkan bagi para bangsawan.

Siswa yang bersekolah di Volkschule akan mendapatkan PR untuk menunjukkan kekuatan bangsa pada rakyat jelata dan membangkitkan rasa nasionalisme.

Sistem ini perlahan-lahan diadopsi di seluruh Eropa, kecuali Finlandia yang menolak untuk membebankan pekerjaan rumah pada siswa. Sistem PR juga diadaptasi ke dalam sistem pendidikan Amerika setelah Horace Mann, sekretaris Dewan Pendidikan Massachusetts, pergi ke Eropa dan mengunjungi sekolah-sekolah di Prusia pada tahun 1843.

Dengan demikian, unggahan akun Instagram FAKTA WOW & BERITA INDONESIA (@wowfakta) mengenai Roberto Nevilis, penemu sistem PR untuk pertama kali di dunia dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan karena sistem PR yang ada hingga saat ini dipelopori oleh Johann Gottlieb Fichte, seorang filsuf Jerman dan Roberto Nevilis merupakan tokoh fiktif.

Sumber : turnbackhoax.id