CEK FAKTA: Radiasi Thermo Gun Berbahaya Buat Otak? Ini Penjelasannya

Ilustrasi. - Freepik
20 Juli 2020 19:47 WIB Nina Atmasari Cek Fakta Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Di masa pandemi, banyak fasilitas umum menerapkan protokol kesehatan salah satunya mengecek suhu tubuh menggunakan termometer gun (thermo gun).

Namun, publik dibuat resah dengan beredarnya video Ichsanuddin Noorsy dalam wawancara dengan Helmi Yahya menyatakan laser dari termometer gun akan merusak otak. Informasi itu dunggah di media sosial facebook oleh akun Sony H. Waluyo.

Baca juga: Dari Dalam Penjara, Napi Kasus Pencabulan Ini Menipu Warga Jogja Hingga Rp10 Juta

Dalam narasi unggahan tersebut, Sony menulis bahwa thermo gun menggunakan laser dan beresiko terhadap otak.

"Dr. Noorsy dalam video ini mengatakan bahwa thermo gun menggunakan laser dan beresiko terhadap otak. Namun sebenarnya bukan hanya otak tetapi juga ada kelenjar pineal. Prosedur ditembakkan ke dahi memiliki resiko.
Kelenjar pineal adalah mata ketiga (mata spiritual). Hindari digunakan di dahi! Prosedur ditembakkan di dahi ini diduga sebagai sengaja untuk merusak otak dan mematikan serta membuat mata ketiga menjadi buta.
Perlu dicatat bahwa kemudian ada koreksi bahwa thermo gun tidak mengunakan laser, yang benar adalah menggunakan infra merah. Namun demeikian radiasi infra merah bukan berarti tidak ada resiko. Orang saja memasang film kaca mobil untuk mengurangi radiasi infra merah matahari.
Tetap yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa ditembakkan di dahi ya? Sebab alat tetap mengeluarkan radiasi. Lebih-lebih kebetulan di balik dahi ada kelenjar pineal. Kelenjar pineal ini disebut "the seat of soul", tempat singgasana jiwa, yang artinya jika kelenjar pineal ini rusak maka jiwa tidak lagi bisa duduk di dalam tubuh alias manusia menjadi zombie - robot hidup tak berjiwa."

Berikut transkrip percakapan video tersebut:

Ichsanuddin Noorsy (IN): Paranoid selesai…

Helmi Yahya (HY): Sekarang lebih gila ya dipake handgun…

IN: Pake handgun, dan, tapi saya nolak kalau saya, terus terang.

HY: Oh ya?

IN: Saya nolak. Kalau Anda mau periksa, bukan periksa kepala saya, periksa sini (menunjukkan punggung telapak tangan), kenapa? Karena handgun termometer itu, itu untuk memeriksa kabel panas. Lasernya dipakai untuk laser memeriksa kabel panas bukan untuk meriksa untuk temperatur manusia. Dan kita mau terima! (tertawa) Dan mereka jual alat dengan mahal! Coba kebayang kan? Bagaimana mereka jual alat tapi kemudian kita dibodohi kepala kita ditembak laser, kita tidak tahu dampak kerusakan pada struktur otak kayak (kue?) gimana gitu ya, kalau saya gak mau.

HY: Mau mereka nembak ke sini mau?

IN: Mau. Jadi beberapa, kalau mereka gak mau saya, saya gak mau ngerusak, ngerusak, ini ciptaan Allah, gitu ya, Anda rusak hanya karena kebetulan Anda curigai temperatur Anda tinggi; waaah nanti dulu, gak bisa dong, haha. Dah, posisi di situ ya. Nah itu bagian dari paranoid, posisi dia itu curiga.

HY: Jadi kan by design ini kan? Ada yang mendesain.

Penjelasan
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, sinar laser yang ada pada termometer non-kontak bukan untuk mengukur temperatur, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk membidik area mana yang akan diukur suhunya. Laser yang dipergunakan adalah warna merah; daya yang dipergunakan lebih rendah dari 1 mW (miliWatt), dan cuma berbahaya jika disorot langsung ke mata.

Baca juga: Musisi Anji Akhirnya Minta Maaf Telah Menyebut Foto Pasien Covid-19 Janggal

Energinya yang sangat kecil tidak akan mampu membuat kerusakan pada jaringan kulit manusia, apalagi sampai menembus ke dalam otak. Sebagai perbandingan, sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi kekuatannya antara 1321 sampai 1413 watt per meter persegi, 1.3 sampai 1.4 juta kali lebih kuat daripada energi sinar laser dari termometer gun tadi, namun tidak ada yang takut otaknya akan rusak terkena radiasi sinar matahari.

Cara kerja termometer IR (infra red), laser termometer ataupun temperature gun (thermogun) adalah mengukur energi dan emisivitas gelombang infra merah yang diradiasikan oleh objek yang ingin diukur suhunya; sinar laser yang dikeluarkan oleh alat tersebut hanya untuk membantu untuk memvisualisasikan area yang diukur suhunya, bukan untuk mengukur suhunya sendiri.

Jenis termometer non-kontak ini juga secara umum terbagi dua: untuk kepentingan industri, yang disebut oleh Noorsy untuk mengukur panas kabel, dan untuk keperluan medis. Untuk keperluan medis ini sudah ada perhitungan khusus untuk menghitung suhu pada pertengahan dahi diukur dari jarak maksimal 4 cm dikonversikan menjadi sama dengan suhu dari dalam mulut (oral-equivalent), jadi seperti memasukkan termometer konvensional ke dalam mulut.

Kesimpulannya, klaim sinar laser dari termometer IR akan merusak struktur otak itu tidak benar, dan pengukuran termometer IR untuk keperluan medis memang harus pada dahi agar hasilnya akurat.