9 WNI Ditahan Israel, Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania-Turki-Mesir
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Muncul pesan melalui aplikasi Whatsapp bahwa penerima pesan stiker akan dikenakan biaya./ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini, pengguna Whatsapp diresahkan dengan adanya informasi bahwa setiap orang yang menerima stiker melalui HP, maka akan dikenakan biaya senilai Rp250 per stiker.
Pesan viral ini membuat pengguna Whatsapp resah. Bahkan ada juga yang berujung pada ajakan untuk berhenti menggunakan fitur stiker pada percakapan Whatsapp ramai beredar melalui aplikasi berbagi pesan tersebut.
Sebuah pesan viral mengatasnamakan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nyoman. Pesan itu mengabarkan setiap orang yang menerima stiker di Whatsapp akan dikenakan biaya Rp250 per satu stiker.
AKBP Nyoman, seperti disebut dalam pesan viral itu, menilai penggunaan stiker lebih baik dihentikan agar paket data Internet dan uang tidak cepat habis.
Berikut narasi lengkapnya:
"AKBP NYOMAN:
*Mohon berita berikut ini dicermati*
*STOP PEMAKAIAN STICKER Di WHATSAP / WA* Bila tdk Terlalu Penting
*Aku juga baru tahu !!*
Tahukah teman2 ku di group ini..
Kenapa saya tidak suka menggunakan stiker..?
Setiap stiker atau gambar yang saudaraku kirimkan di WA ini pembayarannya dibebankan kpd yg menerima .
Jika anggota group ini ada 20 org saja maka pembuat stiker sudah mendapat uang 20x 250 rupiah untuk satu stiker.
Jika setiap hari di group ini ada 20 stiker dan gambar maka pembuat stiker mendapat uang perhari dari group ini = 20 x20x 250 = 100.000 rupiah. Jika dalam 1 bln ,brp kah penghasilan pembuat stiker ???
dan berapakah uang pengguna WA yang mendapat kiriman sticker tersedot masuk ke rekening pembuat sticker tersebut
Saya mengajak semuanya untuk stop pakai stiker agar paket / uang kita tidak cepat habis utk memperkaya orang yang sudah kaya !!
*Selain besaran nilai rupiah-nya juga memenuhi file data HP.*
*STOP PENGGUNAAN STICKER..!!*
Pantesan kuota Internet cepat habis."
Namun, benarkah penerima stiker di aplikasi Whatsapp dibebankan biaya Rp250?
Hoaks yang menyatakan penerima stiker di Whatsapp dibebankan biaya Rp250 (WhatsApp)
Penjelasan terkait stiker Whatsapp
Dari penelusuran ANTARA--jaringan Harianjogja.com, ajakan untuk berhenti menggunakan stiker Whatsapp pernah beredar pada April 2020. Saat itu, narasi yang bergulir mirip dengan pesan viral mengatasnamakan AKBP Nyoman.
Menurut laporan JALA HOAKS pada 20 April 2020, narasi yang menyatakan penerima stiker di Whatsapp dibebankan biaya Rp250 merupakan informasi palsu (hoaks).
Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan perbedaan yang terjadi saat mengirim stiker serta teks biasa, hanya terdapat pada besaran kuota data yang digunakan, mengacu JALA HOAKS.
Untuk teks per karakter diperkirakan satu byte, sedangkan stiker pada umumnya di bawah 50 kilo byte, kata Pratama.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi (CISSReC) itu, tidak ada biaya Rp250 yang dikenakan kepada penerima stiker selain perbedaan penggunaan kuota data.
“Jadi, penggunaan stiker pada WhatsApp dan lainnya hanya dibebankan pada kuota data. Yang besar di aplikasi chat adalah kirim foto, video dan dokumen,” kata Pratama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.