Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Unggahan Uya Kuya menghipnotis Maruf Amin./turnbackhoax.id-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini marak pemberitaan soal penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP. Di tengah situasi itu, merebak isu presenter Uya Kuya menghipnotis Wakil Presiden Maruf Amin.
Isu tersebut dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Puta Inka ke dalam grup Sahabat Aline Yoana tan.
Ia membagikan foto yang menampilkan sosok Uya Kuya tengah merangkul Maruf Amin yang tengah duduk dan memakai masker hitam.
Pada gambar Maruf Amin terdapat tulisan berbunyi, "Saya cuma tau tol langit".
Sementara sebagai keterangan, pengunggah foto kemudian menuliskan narasi Uya Kuya tengah menghipnotis Maruf Amin terkait RUU HIP.
"Uya Kuya. Saya coba akan menghipnotis Pak Ma’ruf Amin apakah beliau jujur dan tau tentang RUU HIP yang ngotot diusulkan PARTAI BANTENG yang ingin mngganti PANCASILA dan apakah beliau menyetujui tentang RUU HIP itu. Jawabannya cukup kalian yang bisa menilai"
Lantas benarkah foto Uya Kuya menghipnotis Maruf Amin?
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, unggahan Uya Kuya menghipnotis Maruf Amin dipastikan tidak benar.
Unggahan tersebut merupakan hasil editan dari sejumlah sumber sehingga menampilkan sosok Uya Kuya seolah-olah menghipnotis Maruf Amin.
Foto asli Uya Kuya diambil dari potongan gambar video kanal YouTube Ini Talk Show yang dibagikan pada 24 Oktober 2019. Dalam video itu sebenarnya Uya Kuya tengah menghipnotis komedian Sule.
Sementara foto Maruf berasal dari video unggahan kanal YouTube Kompas pada 28 Juni 2020. Saat itu, Maruf Amin tengah mengikuti sidang paripurna bersama menteri.
Kesimpulan
Foto Uya Kuya menghipnotis Maruf Amin adalah palsu atau hoax. Unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi yang sengaja dibagikan untuk memberikan informasi sesat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.