BLUT KUMKM DIY Gandeng JETC Gelar Pelatihan Bahasa Inggris
Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menggandeng Jogja English Training Centre (JETC) menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi tenant dan tenaga pendukung
Tangkapan layar video Jusuf Kalla mengingatkan Anies untuk membayar utang kepada PKS di X. Begini faktanya.
Harianjogja.com, JOGJA—Beredar sebuah postingan video oleh akun X (dulu Twitter) @tekarok007 pada 16 Februari 2024. Video tersebut memperlihatkan pidato Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla tengah berpidato dalam sebuah acara yang dihadiri elite partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Anies Baswedan.
Narasi yang tertulis di dalam video tersebut adalah Jusuf Kalla mengingatkan Anies untuk membayar utang kepada PKS. Dalam video berdurasi 24 detik tersebut tampak Jusuf Kalla berpidato.
BACA JUGA: Mahfud Md: MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Curang
Pengunggah video tersebut memberi narasi terkait video tersebut:
“Ini pilpres udah kelar, Anies kalah telak, kira2 Anies bayar utang ke PKS bagaimana yah?”
Ini pilpres udah kelar,
— Fersau D. caltin (@tekarok007) February 16, 2024
Anies kalah telak,
kira2 Anies bayar utang ke PKS bagaimana yah? pic.twitter.com/UuaGLCBkG6
Adapun yang Jusuf Kalla sampaikan dalam video di unggahan X tersebut ialah:
“Berutang gampang, tapi yang susah membayar utang. Dan Anies, Anda berutang sama PKS. Anda dipilih pertama jadi gubernur oleh PKS dan Gerindra, Anda harus selesaikan masalah ini. Begitulah utangnya mau dibayar.”
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyoroti adanya ucapan Jusuf Kalla yang mengingatkan utang dari Anies Baswedan kepada PKS dan Gerindra. Namun, benarkah Jusuf Kalla pernah mengingatkan utang dari Anies Baswedan kepada PKS dan Gerindra?
Penelusuran
Tim cek fakta Harianjogja.com melakukan penelusuran terhadap kebenaran video tersebut. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "Anies utang PKS Jusuf Kalla" di kolom pencarian Google Search.
Berdasarkan penelusuran, video tersebut adalah potongan rekaman video dari acara Puncak Milad ke-21 PKS yang dihelat di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/5/2023) yang diunggah Kompas TV ke kanal YouTube pada 22 Mei 2023. Dalam acara tersebut, Jusuf Kalla hadir dan memberi pidato ditujukan untuk Anies Baswedan yang mencalonkan diri jadi calon presiden Pemilu 2024 dengan diusung PKS.
Video asli dari Kompas TV pada unggahan YouTube berdurasi 2 menit 42 detik. Adapun dalam video Kompas TV, isi pidato Jusuf Kalla yang sebenarnya adalah sebagai berikut:
“Anies, adinda, 5 tahun ke depan bukan tempat yang nyaman untuk mengurus negeri ini. Tetapi kalau bisa diselesaikan, merupakan heroes dan pahlawan kemanusiaan, kemajuan.
Berutang gampang, tapi yang susah membayar hutang.
Kita diwariskan untuk membayar utang. Tapi pahlawan yang sebenarnya adalah dia yang menyelesaikan persoalan. Pemberani yang sebenarnya dia yang berani untuk tampil menyelesaikan persoalan. Itulah harapan kita semua.
Marilah kita bicara ke PKS sebagaimana partai islam. Jadi bukan hak di samping berbicara secara nasional, harus berbicara keumatan.
Dan Anies anda berutang sama PKS. Anda dipilih pertama jadi gubernur oleh PKS dan Gerindra. Sekarang didukung lagi oleh PKS. Anda berutang banyak. Dan utang itu dibayar bukan dengan uang. Tapi kalau Anda yang berhasil, Anda harus selesaikan masalah ini. Itulah hutangnya harus dibayar ke PKS dan seluruh rakyat.”
Kesimpulan:
Video Jusuf Kalla mengingatkan Anies untuk membayar utang kepada PKS adalah konten yang dimanipulasi. Video yang diunggah akun X @tekarook007 merupakan hasil potongan video yang menghilangkan konteks video sebenarnya.
Referensi:
https://youtu.be/EDE4UY_e290?si=H-XA7eLczjbnuzRw
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menggandeng Jogja English Training Centre (JETC) menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi tenant dan tenaga pendukung
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.