Adi Prayitno Ungkap Modal PPP untuk Bangkit di Pemilu 2029
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Tangkap layar foto jarak dekat yang diambil oleh fotografer Reuters pada momen yang sama. Foto jarak dekat tersebut menunjukan bahwa benda putih itu ternyata adalah sampah tisu yang sudah terlipat, bukan sekantong bubuk kokain. Antara/ist-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Beredar luas video di media sosial X dan Facebook yang mengunggah video bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron menyembunyikan sesuatu yang kemudian diduga kokain saat perjalanan kereta api.
Dalam video itu terlihat kebersamaan Perdana Menteri Inggris Keir Stamer, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di dalam kereta menuju Ibu Kota Ukraina, Kiev, untuk menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat (9/5/2025).
Di dalam video berdurasi 00:40 detik tersebut, terlihat ketiganya sedang duduk dan berbincang bersama. Pada detik ke 00:24, Macron melihat sebuah benda berwarna putih di atas meja dan dengan cepat menyembunyikannya di bawah lengannya. Warganet berspekulasi bahwa benda putih tersebut adalah sebungkus kokain.
Dikutip dari media online Ukraina detector.media, dugaan ini berkembang dikarenakan beredar rumor palsu pada saat masa kampanye Presiden Volodymy Zelensky, yang menyatakan bahwa ia kecanduan kokain. Video tersebut telah dilihat oleh lebih dari 29,9 juta kali oleh pengguna X.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
Unggahan X:
“DEVELOPING SCANDAL: Macron, Starmer, and Merz caught on video on their return from Kiev. A bag of white powder on the table. Macron quickly pockets it, Merz hides the spoon. No explanation given. Zelensky, known cocaine enthusiast, had just hosted them. All three of the “leaders” look completely cracked out.
(SKANDAL YANG BERKEMBANG: Macron, Starmer, dan Merz terekam dalam video saat mereka kembali dari Kiev. Sekantong bubuk putih di atas meja. Macron segera mengantonginya, Merz menyembunyikan sendoknya. Tidak ada penjelasan yang diberikan. Zelensky, penggemar kokain yang terkenal, baru saja menjamu mereka. Ketiga "pemimpin" itu tampak benar-benar gila.)”
Unggahan Facebook:
Macron, Starmer, and Merz caught on video on their return from Kiev. A bag of white powder on the table. Macron quickly pockets it, Merz hides the spoon. No explanation given. Zelensky, known cocaine enthusiast, had just hosted them. Connect the dots.
(Macron, Starmer, dan Merz terekam dalam video saat mereka kembali dari Kiev. Sekantong bubuk putih terlihat di atas meja. Macron segera memasukkannya ke sakunya, Merz menyembunyikan sendok. Tidak ada penjelasan yang diberikan. Zelensky, yang dikenal sebagai penggemar kokain, baru saja menjamu mereka. Silakan tarik kesimpulan sendiri.)”
Namun, benarkah narasi dalam video tersebut? Menurut penelusuran, ada foto jarak dekat yang diambil oleh fotografer Reuters pada momen yang sama. Foto jarak dekat tersebut menunjukan bahwa benda putih itu ternyata adalah sampah tisu yang sudah terlipat, bukan sekantong bubuk kokain.
Akun X resmi milik Kantor Kepresidenan Prancis, juga membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa klaim mengenai adanya sekantong kokain sepenuhnya tidak berdasar dan merupakan disinformasi yang disebarkan oleh pihak-pihak yang memusuhi Prancis.
Dengan demikian tuduhan adanya sebungkus kokain di meja Presdien Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Stamer dan Kanselir Jerman Friedrich Merz adalah disinformasi atau hoaks. Faktanya benda diduga sekantung kokain tersebut hanyalah sampah tisu yang terlipat diatas meja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong penguatan QRIS untuk mempermudah pembayaran lintas negara bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.