Pantai Sigandu Tergerus Rob, Sepertiga Aset Wisata Batang Terdampak
Abrasi dan rob merendam dua hektare kawasan Pantai Sigandu Batang. Pemkab fokus menanam mangrove dan menyiapkan pemulihan kawasan wisata pada 2027.
Unggahan video yang menarasikan PM Israel umumkan bakal hancurkan Indonesia setelah Iran. Faktanya, terjemahan dan keterangan di video Facebook tersebut tidak benar, dan telah disunting dengan informasi salah. ist/Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA—Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, akan menjadikan Indonesia sebagai target serangan berikutnya setelah Iran.
Dalam video yang sudah direspons oleh 18.000 pengguna Facebook itu, Netanyahu tampil mengenakan jas hitam dan dasi biru, serta berbicara di depan mikrofon, layaknya sedang berpidato. Sang pengunggah video pun menyematkan keterangan, yang diklaim sebagai isi pidato Netanyahu.
Berikut isi keterangannya: “Kita hancurkan negara Iran dahulu, setelah itu kita hancurkan beberapa negara di Asia, salah satunya, negara Indonesia.”
Cuplikan video tersebut juga ditambahi narasi sebagai berikut:
“Setelah negara Israel dihancurkan oleh Iran presiden Israel langsung Angkat bicara bahwamereka akan menghancurkan kembali negara Iran dan beberapa negara di asia tapi yang paling di utamakan negara yang akan mereka hancur setelah Iran yaitu negara Indonesia karena kita salah satu negara yang menyetujui palestina Merdeka.”
BACA JUGA: Jadi Staf Khusus Menteri Komdigi, Raline Shah Diminta KPK Lengkapi Laporan Kekayaan
Namun, benarkah Netanyahu umumkan bakal hancurkan Indonesia setelah Iran? Berdasarkan penelusuran, rekaman tersebut serupa dengan video FOX 5 Washington DC berjudul “FULL SPEECH: Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu makes address to Congress”, yang diunggah pada 25 Juli 2024.
Dalam video aslinya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menyebut Indonesia.
Faktanya, ia berusaha mendapatkan dukungan lebih besar dari Amerika Serikat (AS) untuk melawan Hamas.
Pidato yang dilaksanakan di kongres AS pada Rabu (24/6/2025) ini, menuai protes dari sejumlah anggota Partai Demokrat AS, dan memicu ribuan orang turun ke jalan untuk berdemo di Ibu Kota AS. Dengan demikian unggahan video tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abrasi dan rob merendam dua hektare kawasan Pantai Sigandu Batang. Pemkab fokus menanam mangrove dan menyiapkan pemulihan kawasan wisata pada 2027.
Polisi memeriksa kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di Tebet, Jakarta Selatan.
BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada awal Oktober untuk menjaga pasokan air waduk dan mengantisipasi kekeringan di Pulau Jawa.
Taman Pintar Jogja memprioritaskan layanan shuttle dari kantong parkir selama libur sekolah untuk memudahkan akses pengunjung.
Bantuan RTLH Kulonprogo senilai Rp20 juta ditolak sejumlah warga karena tidak mampu menambah biaya renovasi rumah.
Temu Bisnis Pariwisata Sleman 2026 mempertemukan 28 seller dan 95 buyer nasional untuk memperluas pasar wisata dan MICE Kabupaten Sleman.