Advertisement

Gunung Tangkuban Parahu Dikabarkan Meletus, Ini Kata PVMBG

Newswire
Sabtu, 13 Januari 2024 - 12:17 WIB
Maya Herawati
Gunung Tangkuban Parahu Dikabarkan Meletus, Ini Kata PVMBG Gunung Tangkuban Parahu / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, BANDUNG—Beredar video viral di media sosial dan grup percakapan terkait dengan erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan video tidak benar atau hoaks.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan video yang beredar itu bukan video yang menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu saat ini.

Advertisement

Kemunculan video hoaks itu menimbulkan kepanikan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Tangkuban Parahu atau masyarakat yang hendak berkunjung ke Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, serta objek wisata yang dekat dengan gunung api tersebut.

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tenang, beraktivitas seperti biasa dan tidak terpancing dengan berbagai isu tentang erupsi Gunung Tangkuban Perahu.

BACA JUGA: Mengurangi Biaya, Google PHK Ratusan Karyawan di Beberapa Bagian

Perkembangan aktivitas Gunung Tangkuban Parahu bisa dilihat melalui aplikasi Magma Indonesia melalui laman https://magma.esdm.go.id atau diunduh pada Google Playstore.

Gunung Tangkuban Parahu merupakan gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Gunung api itu memiliki sembilan kawah dengan dua kawah utama berada pada area puncak, yaitu Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu umumnya berupa letusan freatik dari Kawah Ratu. Saat ini area kawah dan sekitarnya telah menjadi tujuan wisata domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan catatan PVMBG, Gunung Tangkuban Perahu mengalami erupsi terakhir pada 26 Juli 2019. Aktivitas erupsi itu dimulai dengan erupsi freatik dari Kawah Ratu.

Setelah menjalani fase erupsi selama hampir tiga bulan lamanya, aktivitas vulkanik mengalami penurunan secara signifikan, sehingga tingkat aktivitasnya kembali diturunkan menjadi normal pada tanggal 21 Oktober 2019, pukul 09:00 WIB.

Tingkat aktivitas saat ini masih berada pada status normal yang ditandai dengan aktivitas hembusan asap dari Kawah Ratu berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian 5 hingga 110 meter di atas dasar kawah.

Selama tahun 2023 hingga 11 Januari 2024, rekaman kegempaan menunjukkan gempa hembusan kurang dari lima kejadian per hari dan gempa vulkanik yang berasosiasi dengan suplai magma sangat jarang terekam dan tidak terekam adanya kejadian gempa letusan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Layanan Jadi Semakin Mudah, Tertib Adminduk di Sleman Bisa Ditingkatkan

Sleman
| Jum'at, 23 Februari 2024, 07:47 WIB

Advertisement

alt

Lirik Lagu Rohani Katolik, Salam Maria

Hiburan
| Kamis, 22 Februari 2024, 23:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement