Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Unggahan video hoaks yang menyatakan TNI menembak kapal Malaysia. Faktanya, unggahan video tersebut tidak ada hubungannya dengan klaim tentang peristiwa penembakan oleh TNI. (YouTube)
Harianjogja.com, JOGJA—Pembicaraan tentang sengketa perbatasan perairan Indonesia dan negara-negara tetangga muncul manakala terdapat pelanggaran wilayah.
Sengketa wilayah perairan Indonesia dan Malaysia misalnya, terjadi sejak 1967 dan diikuti dengan sejumlah peristiwa seperti Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia pada 2002 dan diikuti sengketa Blok Ambalat pada 2005.
Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi delapan menit menampilkan kompilasi video orang di dalam kapal.
Unggahan video itu menarasikan kapal Malaysia memasuki perairan Indonesia. TNI lantas menembak kapal Malaysia tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“MENGERIKAN NEKAT MASUK WILAYAH NKRI || TNI INDONESIA GERAK CEPAT LANGSUNG DOR KAPAL MALAYSIA.”
Baca juga: Cahaya Misterius Gunung Merapi Terekam CCTV, Begini Kesaksian Warga dan Keterangan BPPTKG
Namun, benarkah video tersebut merupakan aksi penembakan TNI ke kapal Malaysia di wilayah perairan Indonesia?
Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, unggahan video di akun YouTube itu identik dengan video yang terdapat pada akun YouTube TVOneNews berjudul ‘VIRAL!! Aksi Saling Kejar Kapal Patroli RI dan Malaysia’.
Dalam keterangannya unggahan TVOneNews disebutkan, peristiwa aksi saling kejar kapal patroli itu terjadi ketika kapal patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia berusaha menangkap kapal pencuri ikan berbendera Malaysia di Perairan Belawan, Sumatera Utara, pada 9 April 2019.
Namun, pengejaran kapal pencuri ikan itu dihalangi oleh kapal patroli Malaysia.
Video lain pada unggahan yang mengklaim penembakan TNI ke kapal Malaysia di YouTube itu serupa dengan video Ditjen PSDKP Kementerian Perikanan dan Kelautan di YouTube berjudul ‘Jaya Nusantara! 5 Aksi Heroik KKP Tangkap Kapal Illegal Fishing!’.
Video tersebut menampilkan penangkapan kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara pada 15 Juli 2020.
Dengan demikian, unggahan video dengan klaim aksi penembakan TNI ke kapal Malaysia di wilayah perairan Indonesia tidak berhubungan dengan isi video atau hoaks.
Klaim: Video aksi penembakan TNI ke kapal Malaysia
Rating: Hoaks
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.