Tragedi Sungai Wiroko: Pelajar Wonogiri Tewas Tenggelam Saat Memancing
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Anies Baswedan tampil membawakan Kuliah Pakar yang diselenggarakan PPS UMI di Makassar, Sabtu,(10/12/2022). (Antara)
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah unggahan Twitter yang berisi potongan video mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menjadi perbincangan warganet. Dalam video berdurasi 43 detik itu, Anies Baswedan menyatakan penggunaan baju batik yang menjadi identitas Indonesia merupakan pelanggaran.
Video itu menampilkan pernyataan Anies bahwa kain batik biasanya digunakan sebagai bawahan, bukan baju. Saat kain batik digunakan sebagai bawahan, orang menggunakan kebaya sebagai atasan atau baju.
Lantas, Anies menyebut terjadi pelanggaran karena kain batik digunakan sebagai atasan atau baju. Pelanggaran itu pun dianggap ketidak-sopanan yang diikuti banyak orang, hingga menjadi baju batik identitas Indonesia.
Pemilik akun Twitter itu menambahkan narasi sebagai berikut: “Kok bisa menghina Batik..kok gak bisa bedakan sarung dengan atasan..keterlaluan sih ketika Indonesia sedang berjuang Batik diakui dunia..”
Baca juga: Masih Banyak! Penjualan Tiket Pesawat Libur Nataru Belum Capai Separuh dari Target
Unggahan itu pun telah mendapatkan 138 komentar, diunggah ulang hingga 114 kali, dan disukai 138 pengguna lain Twitter.
Namun, benarkah Anies Baswedan menghina batik seperti tampak pada unggahan video itu?
Penjelasan
Penelusuran Antara, video tersebut diambil saat Anies Baswedan menghadiri acara kuliah pakar Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 10 Desember 2022.
Video lengkap pidato Anies Baswedan juga terdapat di YouTube dengan judul ‘LIVE KULIAH PAKAR ANIES BASWEDAN DI UMI MAKASSAR‘.
Dalam video tersebut, Anies berbicara soal transformasi pendidikan di Indonesia. Dia menyebut bahwa dunia pendidikan saat ini sudah terbukti menjadi eskalator sosial ekonomi bagi anak-anak generasi bangsa.
Dalam potongan video tersebut Anies menjelaskan asal usul batik yang pada awalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”.
Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki.
Upaya itu mengejutkan karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi. Sebagian pihak juga menyebut itu adalah "pelanggaran pakem".
Namun, pelanggaran itu tidak lagi diketahui dan diingat karena kemeja batik sudah jadi “tradisi” baru sampai internasional.
Dengan demikian, unggahan yang menyatakan pidato Anies disebut menghina batik merupakan pernyataan kurang lengkap atau misinformasi, karena terdapat konteks lain pada pidatonya.
Klaim: Pidato Anies yang menghina kain batik
Rating: Misinformasi
Sumber: Antara
Sumber Ungahan Twitter
https://twitter.com/ezkisuyanto/status/1603247410607947776?t=9LvcVwdfMVoF9n3R67apOg&s=19
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.