Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Tebo Ditindak, Sarana Tambang Dimusnahkan
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Konten yang klaim Dirut RSUI dan 10 staf dirawat di RSUI karena COVID-19 (Turnbackhoax.id)
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Virus Corona masih berlangsung. Banyak informasi yang beredar tentang virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.
Sebuah pesan berantai di Whatsapp beredar, isinya bahwa Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan beberapa staf terkena virus corona atau COVID-19.
Pesan itu juga mengatakan kalau Dirut RSUI, 2 Direktur RSUI, dan 10 staf tengah dirawat di rumah sakit tersebut. Berikut ini narasi selengkapnya.
Baca juga: Ini Deretan Film yang Dibintangi Nicholas Saputra
“Rekan2 di Jkt dan sekitarnya…. mohon berhati2 ya……Saat ini Jkt dan sekitarnya penularan Covid meningkat. Dirut RSUI bersama 2 Direktur RSUI lainnya dan 10 staff RSUI saat ini dirawat di RSUI terkena Covid.
Banyak perawat di RS Swasta di Jkt saat ini terjangkit Covid. Semoga diberi kesembuhan. Kiranya kita semua waspada….”
Benarkah Dirut RSUI dan para staf dirawat di RSUI karena terkena COVID-19?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- Rabu (8/7/2020), klaim dari pesan berantai yang beredar melalui Whatsapp tersebut tidak benar.
Manajer Pengembangan Bisnis RSUI Depok, dr. Astrid Saraswaty Dewi, MARS telah membantah isu tersebut.
Baca juga: Kocak, Warganet Ungkap Ini yang Bakal Terjadi Kalau Menghilangkan Tupperware Emak
"Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai RSUI Depok, dapat diberitahukan bahwa Informasi yang tidak disampaikan melalui laman resmi media sosial, website, maupun siaran pers RSUI Depok tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Astrid, dilansir depoktren.com.
Astrid berharap kepada masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
RSUI Depok, kata Astrid, telah menerapkan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk Covid-19 secara ketat di lingkungan rumah sakit agar pasien, pengunjung, dan pegawai tetap aman dan nyaman beraktivitas di RSUI Depok.
"Sebagai bagian dari upaya dan komitmen RSUI Depok untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pasien, pengunjung dan pegawai, RSUI Depok melakukan pemeriksaan swab secara berkala kepada seluruh pegawai di lingkungan RSUI Depok sebagai upaya deteksi serta pencegahan penyebaran infeksi Covid-19," kata Astrid.
Ia pun menegaskan RSUI tetap membuka pelayanan sesuai jadwal operasional. Protokol kesehatan juga berlaku bagi seluruh pasien, pengunjung, maupun pegawai di sana.
Kesimpulan
Jadi, informasi yang dibagikan dalam pesan berantai itu tidak benar. Konten tersebut termasuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.