Cek Fakta: Vaksin Virus Corona Aman dan Bisa Mengubah DNA Manusia, Benarkah?

Vaksin virus corona Pfizer dan BionTech mulai didistribusikan. - ilustrasi
16 Desember 2020 12:17 WIB Syaiful Millah Cek Fakta Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Program vaksinasi Covid-19 saat ini telah dimulai di beberapa negara seperti Inggris, Bahrain, Kanada, dan Amerika Serikat. Kendati demikian, masih banyak pertanyaan dan mitos yang dikaitkan dengan vaksin itu sendiri.

Keingintahuan dan kebingungan menyebar luas ke masyarakat selama masa pandemi, termasuk terkait vaksin virus corona. Masyarakat getol mencari informasi soal keamanan dan efektivitas yang muncul ketika mendapatkan vaksin.

BACA JUGA : Pemerintah Bisa Gratiskan Vaksin Covid-19, Ini Caranya

Bahkan, beberapa teori tak berdasar muncul dan menjadi kabar yang memprihatinkan terhadap vaksin yang menjadi harapan banyak orang. Dilansir dari Express UK, Rabu (16/12/2020) berikut ini adalah beberapa informasi penting tentang vaksin.

Apakah vaksin Covid-19 aman?

Pakar vaksinasi dari berbagai lembaga menemukan bahwa vaksin Pfizer tidak memiliki masalah serius pada orang yang diuji berusia 16 tahun ke atas. Orang mungkin mengalami beberapa efek samping seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, dan demam.

Akan tetapi, semua gejala itu akan hilang dalam waktu 24 jam. Beberapa orang mungkin juga mengalami reaksi alergi terhadap suntikan. Terkait hal ini, pihak berwenang telah mengingatkan orang yang memiliki riwayat tertentu untuk tidak dahulu mendapatkan suntikan.

BACA JUGA : Persiapan Vaksinasi Covid-19, Petugas Vaksin Puskemas

Apakah vaksin Covid-19 sudah diuji sepenuhnya?

Vaksin tersebut telah menerima pengujian intensif  baik dalam uji klinis di Amerika Serikat maupun di setiap negara yang menggunakannya. Pfizer menguji puluhan ribu orang dan tidak menemukan alasan untuk khawatir terkait pemakaiannya dalam fase 3 bulan terakhir.

Di Inggris, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) telah melakukan pengujian ketat sebelum akhirnya menyetujui penggunaan vaksin untuk publik luas. Hal serupa juga telah dilakukan oleh otoritas kesehatan di Kanada yang telah menyetujui penggunaan serupa.

Apakah pengujian vaksin dilakukan dengan cepat?

Pengujian vaksin Covid-19 memecahkan rekor pengembangan vaksin untuk penyakit lainnya. Hal ini tak ayal menimbulkan kekhawatiran banyak pihak bahwa mungkin saja vaksin itu dikembangkan dengan cara terburu-buru.

Namun pada kenyataannya, keadaan luar biasa dari pandemi memungkinkan para peneliti untuk memanfaatkan dana darurat dan memusatkan sumber daya global dalam satu upaya bersama, yakni pengembangan vaksin virus corona.

BACA JUGA : RS UII Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19, Segini Harganya

Mereka melakukan semua penelitian dan pengembangan yang diperlukan untuk vaksin lain, tetapi peningkatan pendanaan memungkinan para peneliti melakukannya terhadap vaksin Covid-19 dalam kerangka waktu yang lebih singkat.

Bisakah vaksin virus corona mengubah DNA seseorang?

Vaksin Covid-19 menggunakan mekanisme terobosan untuk memprogram mRNA yang merespons virus. RNA bukanlah DNA tetapi bertindak sebagai salinan sementara yang akan menghasilkan protein. Protein ini lah yang membantu menumbuhkan dan memperbaiki sel.

RNA berkembang dari DNA dan kemudian menurun, artinya itu tidak dapat mengubah DNA dan teknologi tidak cukup maju untuk memaksa perubahan tersebut dapat dilakukan. Intinya, vaksin ini tidak dapat mengubah DNA orang yang disuntik.

Zain Chagla, seorang profesor kedokteran di McMaster University, mengatakan kepada CBC News bahwa tidak mungkin mengubah DNA dengan RNA. Dia melanjutkan pada manusia, perkembangan selalu dari DNA kemudian menjadi RNA dan menjadi protein.

“Itu tidak mungkin karena kami tidak memiliki mesin untuk membuatnya. Jadi seharusnya tidak ada kekhawatiran tentang vaksin RNA yang entah bagaimana masuk ke dalam DNA manusia lalu mengubahnya,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia