Jual Beli Titik Lokasi Dapur MBG Terbongkar, Kerugian Ratusan Juta
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Shin Tae-yong./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA– Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) dikabarkan akan menjadi Direktur Teknis Timnas Indonesia. Demikian informasi yang diunggah di laman Facebook.
Dalam unggahan tersebut, STY menjadi Direktur Teknis dan Patrick Kluivert menjadi pelatih kepala. Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
BACA JUGA: Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert Berjanji Akan Belajar Bahasa Indonesia
“Wikipedia Timnas Indonesia Sebut Shin Tae Yong Jadi Direktur Teknik Per 12 Januari
Pada 6 Januari 2025, PSSI secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae Yong dari posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim nasional di bawah kepemimpinannya
Namun, beberapa hari kemudian, muncul spekulasi bahwa Shin Tae Yong tidak sepenuhnya meninggalkan struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia akan dipromosikan menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.
Posisi ini dianggap strategis untuk memanfaatkan pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan sepak bola nasional.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai penunjukan Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik. Informasi yang beredar masih berupa spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Namun pada Minggu (12/1), Wikipedia Timnas Indonesia menyebutkan bahwa Shin Tae Yong kembali bergabung di Skuad Garuda dengan mengisi posisi Direktur Teknik.
Perubahan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Sebagian mendukung langkah PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional, sementara yang lain mempertanyakan keputusan tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan menunggu pernyataan resmi dari PSSI terkait struktur kepelatihan dan manajemen Timnas Indonesia. (*)”
Namun, benarkah Shin Tae-yong diangkat jadi Direktur Teknis Timnas Indonesia?

Unggahan yang menarasikan Shin Tae-yong jadi Direktur Teknis Timnas Indonesia. Faktanya, hingga saat ini PSSI belum mengumumkan siapa yang akan mengisi jabatan Direktur Teknis Timnas Indonesia. (Facebook)
Penjelasan:
Sebelumnya, Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga enggan menanggapi rumor mantan pelatih tim nasional Belanda Louis van Gaal sebagai kandidat direktur teknik timnas Indonesia.
Arya sendiri mengatakan tugas direktur teknik yang diinginkan oleh PSSI harus bisa membangun filosofi sepak bola Indonesia, yang artinya orang itu harus melakukan penelusuran bakat di seluruh wilayah Indonesia dan mencanangkan filosofi sepak bola sesuai cetak biru PSSI.
"Dirtek itu tidak hanya sekedar membawahi pemain timnas Indonesia. Dirtek juga harus mampu untuk membangun filosofi sepak bola. Itu artinya dia harus berkeliling seluruh Indonesia," kata Arya.
Di Wikipedia dengan kata kunci “tim nasional sepak bola Indonesia” dan melihat pada bagian staf kepengurusan, tidak ada nama Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik Timnas di laman tersebut.
Tangkapan layar dari laman Wikipedia tentang staf kepelatihan Tim Nasional Indonesia. (Wikipedia)
Hingga saat ini, PSSI belum menetapkan siapa yang akan mengisi jabatan Direktur Teknik Timnas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.