SAR Perpanjang Pencarian Rombongan Wartawan hingga 17 September
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Unggahan disinformasi yang menarasikan nyamuk Wolbachia bisa sebabkan penyakit kaki gajah pada manusia. Faktanya, Adi Utarini, menuturkan teknologi itu tidak terkait dengan kejadian filariasis atau penyakit kaki gajah. Ist/Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah unggahan Facebook menarasikan bahwa nyamuk Wolbachia berpotensi meningkatkan serangan kaki gajah dan mikro hidrosephalus.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut: “Menurut prof richard bahwa nyamuk wolbachia punya potensi membuat peningkatan serangan KAKI GAJAH dan mikro hidrosephalus....
Karena nyamuknya sudah terlanjur disebar, kita mesti pantau terus ke depan, apakah serangan kaki gajah dan mikro hidrosepalus meningkat??....
Kalau iya, menkes dan pemerintah mesti bertanggung jawab.... Siapa yang punya ide menjadikan masyarakat kelinci percobaan.... harus bertanggung jawab..”
Namun, benarkah nyamuk Wolbachia berpotensi tularkan penyakit kaki gajah pada manusia?
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mulai melakukan inovasi menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dengan nyamuk Wolbachia.
Sebagai permulaan, nyamuk Wolbachia itu bakal disebar di lima kota yakni Jakarta Barat (DKI Jakarta), Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).
BACA JUGA: Wisata Bangkok, Menikmati Senja di Sungai Chao Phraya
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan gigitan nyamuk Aedes Aegypti dengan kandungan bakteri Wolbachia tidak berbahaya bagi manusia dan ramah lingkungan. Hasil penelitian juga memperlihatkan bakteri wolbachia ini juga aman bagi serangga lainnnya.
"Tidak ada efek berbahaya bagi manusia. Nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia ini aman untuk manusia dan ramah lingkungan," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilansir dari Antara.
Peneliti dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Prof. DR. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD, menuturkan teknologi itu tidak terkait dengan kejadian filariasis atau penyakit kaki gajah.
"Wolbachia yang ada pada cacing yang menyebabkan filariasis itu berbeda jenisnya dengan Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Jadi Wolbachia ini bukan hanya satu jenis, tetapi ada ribuan jenis," tuturnya. Dengan demikian, klaim nyamuk Wolbachia bisa sebabkan penyakit kaki gajah pada manusia merupakan keliru atau berita hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya