Pemerintah Minta Marketplace Tahan Kenaikan Biaya, UMKM Lega
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.
Unggahan foto hoaks yang menarasikan telah beredar di masyarakat miras kemasan saset. Faktanya, foto miras kemasan saset tersebut merupakan visual ide kreatif dan tidak beredar di masyarakat. ist/Facebook
Harianjogja.com, JAKARTA—Beredar unggahan berupa foto tentang beredarnya minuman keras (miras) dalam kemasan saset berwarna kuning bermerek Arak Obat (AO) Asli Otentik.
Dalam unggahan di Facebook tersebut kemasan miras AO terdapat logo PT Orang Tua Group. Terdapat juga tulisan Sample di pojok kiri atas produk tersebut.
“Assalamu'alaikum..Dengan Hormat...Sekedar Pembritahuan..untuk para Guru di Sekolah manapun SMP/SMK-SMU-SMA...bila ada salasatu Murid bawa barang seperti ini..tolong di rampas..itu NARKOBA...”
BACA JUGA: Kasus Lelang Proyek Stadion Mandala Krida, KPK Periksa Novel Arsyad
Namun, benarkah terdapat minuman beralkohol dalam kemasan saset? OT Group mengklarifikasi dalam Instagram resminya hanya memproduksi AO dalam ukuran 620ml dan 275ml dalam botol kaca.
Seorang seniman, Heri Suherman, dalam Instagram resminya juga mengklarifikasi bahwa miras kemasan saset tersebut merupakan visual kreatif dan tidak beredar di masyarakat. Dengan demikian, klaim miras kemasan saset beredar dimasyarakat merupakan hoaks atau berita bohong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.