Refly Harun Sebut Kasus Kerumunan Tak Cukup untuk Menjatuhkan Jokowi
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan upaya pelaporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak akan bisa menjatuhkan presiden.
Informasi pemberian subsidi internet gratis 75 GB untuk kuota belajar beredar di grup WhatsApp / Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA -- Beredar informasi pemberian subsidi kuota internet sejumlah 75 GB atau senilai Rp200.000 sebagai hasil kerja sama semua operator secara cuma-cuma. Program yang diklaim mengatasnamakan Rektor Telkom University dan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tersebut kembali beredar melalui pesan berantai WhatsApp.
Berdasarkan penelusuran JIBI, tautan situs atau link tersebut beralamat di http://kuotabelajar.online/?v=75GB. Judul link situs subsidi gratis ini adalah "Subsidi Kuota 75GB Kominfo". Namun, dalam lamannya menjelaskan subsidi kuota ini diberikan oleh Rektor Telkom University untuk mendukung Study From Home (SFH) mahasiswa Telkom University.

Setelah memasuki laman utama, pengelola situs itu akan meminta nomer telepon Anda terlebih dahulu sebelum memberikan kuota internet gratis sebesar 75 GB.
Bukan itu saja, situs tersebut juga menampilkan testimoni berupa komentar dari orang-orang yang mengaku mendapatkan kuota gratis. Tahap terakhir, pengelola situs meminta agar penerima membagikan pesan tersebut kepada kontak pribadi atau grup di aplikasi WhatsApp pengguna.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada Senin (8/2/2021), pesan berantai tersebut salah alias hoaks. Menurut Kominfo, link tersebut merupakan kabar bohong yang kembali beredar dengan sedikit modifikasi.
"Faktanya, klaim bahwa link itu terkait bantuan dari Kominfo adalah salah. Hal ini adalah kabar bohong yang kembali beredar di tengah masyarakat dengan sedikit modifikasi," jelas Kementerian Kominfo pada Jumat (5/2/2021).
Seperti diketahui, pemerintah memang memberikan kuota gratis kepada siswa maupun tenaga pengajar mulai dari level pendidikan anak usia dasar (PAUD) hingga Perguruan Tinggi melalui pendataan awal dan verifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kuota internet gratis akan didapatkan setelah lembaga penyelenggara pendidik yang memiliki NPSN dan Draf Dapodik mendaftarkan diri ke laman yang telah disediakan Kemendikbud. Setelah melalui beberapa tahapan verifikasi, sekolah akan memberi tahu pengajar dan juga peserta didik.
Bantuan kuota data internet yang diberikan pun beragam mulai dari 20 GB hingga 50 GB, yang diberikan berbeda atara pengajar dan peserta didik sesuai dengan jenjang pendidikannya.Anda bisa mengakses informasi seputar bantuan kuota data internet Kemendikbud melalui situs resmi : https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan upaya pelaporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak akan bisa menjatuhkan presiden.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.