OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Hoaks perempuan membawa bendera PKS bertuliskan 1 anak cukup 1 istri tidak cukup./turnbackhoax.id
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah foto yang menunjukkan sejumlah perempuan membawa bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan publik. Sebab, dalam bendera tersebut bertuliskan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup". Foto diunggah oleh akun Facebook Wawan Suwandi
Dilansir dari turnbackhoax.id, diketahui bahwa foto tersebut suntingan dari kegiatan kampanye PKS pada Desember 2018. Hal itu terlihat dari cuplikan foto yang ada dalam video di kanal Youtube Zaky Video berjudul “Flashmob & Freezemob PKS 8 Panjaru Kota Depok #AYOLEBIHBAIK #2019PILIHPKS” pada tanggal 26 Desember 2018.
Untuk video kegiatannya diunggah kemudian di kanal Youtube PKSTV pada 2019 dengan judul “Emak Emak Heboh Ikut Flash Mob PKS Rangkapan Jaya Baru.”
Pada foto aslinya tidak terdapat tulisan “2 Anak Cukup 1 Istri Tidak Cukup” dan hanya terdapat angka nomor peserta PKS di Pemilu 2019, yakni angka delapan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : turnbackhoax.id
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.