CEK FAKTA: Benarkah Ada Gambar Anak Berpakaian Adat China di Uang Baru Rp75.000?

Newswire
Newswire Senin, 17 Agustus 2020 19:47 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ada Gambar Anak Berpakaian Adat China di Uang Baru Rp75.000?

Tangkapan layar akun Facebook Didid Gaung tentang anggapan ada gambar anak berpakaian adat China di uang pecahan Rp75.000./Facebook Didid Gaung

Harianjogja.com, JOGJA - Bertepatan dengan HUT RI ke-75, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan uang rupiah baru pecahan Rp75.000, Senin (17/8/2020). Uang baru ini bukan merupakan uang untuk transaksi melainkan edisi khusus untuk dikoleksi.

BI menyatakan, pada bagian muka filosofi desain uang tersebut adalah mensyukuri dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh proklamator Insinyur Soekarno dan Doktorandus Mohammad Hatta.

Sementara, halaman belakang bermakna memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat yang mewakili wilayah barat, tengah, dan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seiring dengan kemunculan uang baru tersebut, ada salah satu akun Facebook bernama Didid Gaung yang mengunggah foto uang baru tersebut di media sosialnya. Dalam unggahannya, akun facebook itu mengklaim bahwa gambar pada bagian uang tersebut terdapat seorang anak yang mengenakan pakaian adat Thiongkok, China.

Dilansir dari turnbackhoax.id, klaim bahwa terdapat baju adat Tiongkok, China pada gambar pecahan uang Rp75.000 adalah salah. Faktanya, baju tersebut merupakan baju adat dari Suku Tidung, Kalimantan Utara.

Salah satu akun facebook @/sejarahtidung turut mengunggah foto seorang anak yang memakai baju adat Suku Tidung dengan disandingkan foto uang pecahanRp75.000.

Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara). Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).

Suku Tidung sendiri memiliki identitas lain yang merujuk pada konteks budaya yaitu melalui pakaian adat. Pakaian adat yang terdiri Pelimbangan dan Kurung Bantut (Pakaian Sehari-hari), selampoy (pakaian adat), Talulandom (pakaian resmi), dan Sina Beranti (pakaian Pengantin).

Proses rekonstruksi pakaian adat sebagai identitas etnis Suku Tidung Ulun Pagun menemukan momen yang tepat seiring dengan perubahan status Tarakan dari kota administratif menjadi kotamadya, dimana pakaian tersebut kemudian “diakui” sebagai pakaian daerah kota Tarakan. Pakaian Adat Suku Tidung sebagai identitas etnis dan sekaligus sebagai identitas daerah kota Tarakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : turnbackhoax.id

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online