Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Ilustrasi bibir kering/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Gejala infeksi virus Corona terus berkembang seiring penelitian mengenai penyakit ini. Baru-baru ini, para ahli menemukan tanda-tanda seseorang terinfeksi Covid-19 muncul pada area wajah.
Dilansir dari Express UK, Jumat (14/8/2020), tanda pertama bisa dilihat pada bibir. Menurut Aplikasi Studi Gejala Covid, jika seseorang mengidap Covid-19, ada kemungkinan bibirnya tampak sedikit berubah selama infeksi.
Sejumlah pasien melaporkan bibir sakit, kering, dan bersisik ketika mereka mencapai pada tahap akhir infeksi. Bibir mungkin tampak sedikit tidak rata atau bergelombang, sementara virus juga dapat menyebabkan beberapa gejala di dalam mulut. Pasien virus corona mengungkapkan bahwa mereka mungkin mengalami luka yang menyakitkan di bagian dalam mulut.
Kedua yakni lesi mulut. Lesi mulut dan bintik-bintik di langit-langit mulut mungkin merupakan gejala baru dari virus corona. Peneliti menemukan bahwa sepertiga dari pasien Covid-19 dengan ruam kulit di lengan dan kaki juga menderita jerawat di langit-langit mulut.
Bercak di mulut ini biasanya muncul sekitar dua minggu setelah orang pertama kali mengalami gejala Covid-19 yang lebih umum dan terkenal yang meliputi demam, batuk terus-menerus, dan sesak napas.
Ketiga, konjungtivitis dan mata merah mungkin menandakan Anda terinfeksi Covid-19. Konjungtivitis pada mata terjadi akibat peradangan pada konjungtiva yang merupakan selaput tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Kondisi ini berkembang karena penumpukan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus termasuk Covid-19. Beberapa gejala yang dijelaskan oleh pasien termasuk kemerahan, rasa berpasir di mata atau keluarnya cairan dari mata.
Virus ditularkan terutama melalui tetesan dari batuk atau bersin. Partikel ini paling sering masuk melalui hidung atau mulut serta mata. Pakar kesehatan memperingatkan kemungkinan tertular virus jika seseorang menyentuh meja yang terkontaminasi, gagang pintu, atau permukaan lain, namun tampaknya ini bukan cara utama penyebaran virus.
Jika seseorang menderita konjungtivitis akibat Covid-19, mereka dapat menginfeksi orang lain jika mata disentuh dan kemudian orang atau permukaan lain disentuh tanpa menggunakan disinfektan atau mencuci tangan. Sangat disarankan untuk tidak menyentuh wajah, terutama selaput lendir di mulut, hidung, dan mata.
Mayo Clinic menyebut tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari yang sangat ringan hingga parah. “Beberapa orang mungkin hanya memiliki sedikit gejala, dan beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang memburuk, seperti sesak napas dan pneumonia yang memburuk, sekitar seminggu setelah gejala mulai," jelas mereka.
Oleha karena itu, jika Anda melihat perubahan pada bibir, mulut, dan mata dan tidak yakin akan penyebabnya, penting untuk berbicara dengan dokter umum tentang kemungkinan penyebabnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.